Sosialisasi 4 Pilar MPR, Ansy Lema Ajak Mahasiswa Wujudkan Pancasila di Sektor Pertanian

Oleh karena itu, Ansy mengapresiasi langkah pemerintah yang memutuskan untuk tidak memulangkan 600 pengikut ISIS ke Indonesia. Mereka adalah ancaman bagi keutuhan NKRI. Dalam hal ini, pemerintah harus memberikan rasa aman bagi 264 juta penduduk Indonesia. Berbagai virus radikalisme dan intoleransi yang mengganggu dasar negara Pancasila harus diberantas.
Ansy pun menganjurkan dan mengajak para mahasiswa untuk menjaga ideologi Pancasila. Bentuk penjagaan tersebut dapat dilakukan dengan menggiatkan literasi Pancasila, mencintai budaya dengan membentuk UMKM berbasis kearifan lokal, berorganisasi untuk latihan dialektika dan kepemimpinan, serta terlibat dalam KKN atau gerakan sosial.
“Tetapi, untuk adik-adikku mahasiswa dan mahasiswi Politani, saya punya harapan besar untuk mewujudkan Pancasila dalam sektor pertanian. Karena saya tahu Politani memiliki para dosen dan mahasiswa yang pakar di sektor pertanian. NTT sangat membutuhkan regenerasi petani milenial, serta inovasi dan kreasi di bidang pertanian. Khususnya, saya mengharapkan gagasan dan keterlibatan adik-adik untuk mencari solusi pemanfaatan lahan kering di NTT. Saya yakin pembangunan sektor pertanian merupakan kunci utama pengentasan kemiskinan di NTT,” pungkasnya.(fri/jpnn)
Politikus muda PDI Perjuangan Ansy Lema mengingatkan bahaya radikalisme dan intoleransi terhadap keutuhan negara.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional