Sosialisasi 4 Pilar, MPR Gandeng DPRD dan Kada Se Indonesia
Kamis, 08 November 2012 – 11:51 WIB

Sosialisasi 4 Pilar, MPR Gandeng DPRD dan Kada Se Indonesia
JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat mengakui memiliki kelemahan dalam menyosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara. Karenanya, MPR menggandeng Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi se-Indonesia untuk turut membantu dalam menyosialisasikan empat pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI itu. Menurut Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y. Tohari, sosialisasi yang dilakukan selama ini memiliki kelemahan dalam tindaklanjut program. "MPR bukan lembaga ideal untuk sosialisasi empat pilar. Karena, MPR memiliki beberapa karakter yang sekaligus menunjukkan kelemahan dalam menjalankan program sosialisasi ini," kata Hajriyanto, saat pertemuan antara MPR dengan Gubernur dan Ketua DPRD se-Indonesia di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (8/11),
Baca Juga:
Menurutnya, pertemuan ini amat penting, supaya kelemahan MPR dalam melakukan sosialisasi empat pilar dapat diisi oleh Gubernur dan DPRD Provinsi se-Indonesia, bahkan nanti oleh Bupati, Wali Kota serta DPRD Kabupaten/Kota. "Kami tidak bisa berdiam diri, tidak bisa sekedar sampaikan ratapan kesedihan terhadap fenomena makin merosotnya penghayatan dan pemahaman empat pilar. MPR berpendapat daripada kita mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan sebatang lilin. Sosialisasi yang dilakukan MPR ini ibarat menyalakan sebatang lilin," kata Hajriyanto.
Baca Juga:
Selain itu kelemahan lainnya adalah, karena di MPR ini pimpinan dan anggotanya datang dan pergi. "Paling lama lima tahun, itu pun kalau bernasib baik tidak di PAW partai politik," katanya. Maka, lanjut dia, jaminan kesinambungan program ini sangat tergantung pimpinan yang datang dan pergi atau come and go tersebut.
JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat mengakui memiliki kelemahan dalam menyosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara. Karenanya,
BERITA TERKAIT
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini