Sosialisasi Kurang, PNS Bingung Isi LHKASN
jpnn.com - JAKARTA- Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) No 1 Tahun 2015 tentang kewajiban melaporkan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) cukup meresahkan pegawai.
Pasalnya, batas pelaporan hanya tiga bulan terhitung sejak surat edaran tersebut ditetapkan. Selain itu kewajiban melaporkan LHKASN tidak hanya terbatas pada pejabat eselon I dan II, tapi menyeluruh hingga ke pegawai baru.
"Ini sangat meresahkan pegawai karena harus mengisi LHKASN, sementara sosialisasi kurang. Harusnya KemenPAN-RB gencar sosialisasinya, jangan hanya sekali dan terpusat saja," ungkap salah satu pegawai Inspektorat di Bappenas dalam sosialisasi LHKASN, Selasa (24/2).
Keluhan serupa diungkapkan salah satu pegawai BPPT. Menurut dia, LHKASN sangat merepotkan karena harus membongkar data dan berhitung lagi.
"Kita-kita yang tidak punya jabatan kan mana ada kesempatan KKN. Harusnya LHKASN diwajibkan untuk pegawai yang berkaitan dengan layanan publik," kata staf BPPT yang minta tidak diekpos namanya itu.
MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi menegaskan, kewajiban seluruh LHKASN adalah untuk mencegah KKN. Pengisian LHKASN juga sangat sederhana sehingga dia yakin semua pegawai ASN bisa mengisinya dengan cepat sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
"Mudah kok formatnya, tidak sampai setengah jam sudah selesai. Yang dibutuhkan hanya kejujuran saja," tegas Yuddy. (esy/jpnn)
JAKARTA- Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) No 1 Tahun 2015 tentang kewajiban melaporkan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Prakiraan Cuaca BMKG, Kota Besar Indonesia Diguyur Hujan Hari Ini
- Anggota DPR RI Mufti Anam Kecam Aksi Transgender Isa Zega Umrah Pakai Jilbab
- Kabar Terbaru Rencana Perubahan Aturan Penempatan Guru PPPK, Siap-siap ya
- Polda Metro Jaya Pastikan Kasus Firli Bahuri Terus Berlanjut
- 5 Berita Terpopuler: Honorer Non-Database BKN Harus Cermat, Ada Usulan Baru soal PPPK 2024, Bisa Bikin Senang
- Mahasiswa Demo di Kejagung, Desak Presiden Prabowo Tindak Jaksa Nakal