Ssttt... Jokowi Tak Nyaman dengan Manuver Panglima TNI

Seperti diketahui, beberapa pernyataan Jenderal Gatot memang menggegerkan. Contohnya soal prediksinya bahwa Tiongkok akan mengalami kekurangan bahan pangan sehingga memicu warganya mengungsi menggunakan perahu menuju Indonesia.
Gatot mengaku sudah siap mengantisipasi jika prediksinya tentang serbuan pengungsi Tiongkok benar-benar terjadi. Caranya adalah dengan memotong puluhan ekor sapi dan melemparkannya ke laut untuk menarik hiu yang akan melahap pengungsi Tiongkok.
?Tentara kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 itu juga pernah membuat tulisan pada 2015 perihal kekuatan asing yang akan melemahkan Indonesia melalui media, sistem pendidikan, organisasi Islam, perusahaan dan partai politik dalam rangka melemahkan NKRI. Menurutnya, kekuatan asing itu juga akan memperkuat kontrol terhadap aparat keamanan dan insudtri-industri strategis.
Gatot juga curiga dengan membanjirnya narkoba dari mancanegara yang menurutnya merupakan bagian dari upaya melemahkan generasi muda Indonesia. Selain itu, dia juga menyebut ada upaya membuat generasi muda Indonesia menjadi semakin permisif.
Sedangkan yang masih hangat adalah pernyataan Gatot bahwa Australia mengincat perwira-perwira terbaik TNI untuk dijadikan mata-mata ataupun sumber informasi bagi Negeri Kanguru itu. Namun, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne membantah tuduhan itu.(ara/jpnn)
Presiden Joko Widodo dikabarkan merasa kurang happy dengan manuver Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akhir-akhir ini. Jokowi -panggilan beken
Redaktur & Reporter : Antoni
- Panglima TNI Jenderal Agus Minta Prajuritnya Lanjutkan Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara
- Laksdya TNI Erwin S Aldedharma Berpeluang Jadi Panglima TNI
- TNI Kerahkan 66.714 Personel untuk Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
- Sambut Hari Raya Idulfitri 2025, Panglima TNI Membuka Bazar Murah Demi Kesejahteraan Prajurit dan PNS
- Panglima TNI Serahkan Paket Sembako Kepada Prajuritnya Menjelang Idulfitri 1446 H
- Ribuan Tentara Terimbas UU Baru TNI, Harus Pensiun atau Ditarik ke Barak Lagi