Ssttt...Jokowi Sentil Menteri saat Rapat Kabinet

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajaran kementerian dan lembaga memberikan perhatian khusus pada upaya menekan angka kemiskinan. Hal ini disampaikan Jokowi, sapaan presiden, dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (24/7).
Bahkan, dia terkesan menyentil kementerian/lembaga dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal koordinasi. Apalagi berdasarkan rilis BPS 17 Juli lalu, dinyatakan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 meningkat dibandingkan September tahun lalu.
"Ini sebetulnya tahapan-tahapan untuk menuju ke situ sudah baik, sudah baik. Tetapi, pada saat survei oleh BPS, ini BPS juga saya harapkan kalau melakukan sesuatu berkaitan dengan survei, itu semua kementerian harus ngerti," kata Jokowi di depan pimpinan kementerian dan lembaga.
Karena itu, dia meminta para menteri koordinator untuk membenahi masalah koordinasi antara kementerian dan lembaga dengan BPS. "Ini sudah urusan koordinasi saja. Sehingga jangan sampai pas pembagian rastranya (beras sejahtera-red) terlambat, pas itu dilakukan survei. Masalah itu saja sebetulnya, bukan masalah lain-lain yang fundamental," ucap mantan wali kota Surakarta.
Bahkan dia berkeyakinan, kalau koordinasi jalan, survei BPS akan menunjukkan penurunan angka kemiskinan. "Kalau kemarin sinkron, saya jamin pasti turun yang namanya kemiskinan itu. Hanya keterlambatan rastra itu sampai ke rumah tangga sasaran. Ini tolong hati-hati mengelola hal-hal yang sensitif seperti ini," tandasnya. (fat/jpnn)
Presiden Joko Widodo meminta jajaran kementerian dan lembaga memberikan perhatian khusus pada upaya menekan angka kemiskinan. Hal ini disampaikan
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar