Stasiun Pompa Bersejarah di Tasmania Ini Diubah Jadi Hotel Eko-Wisata

Sebuah hotel eko-wisata mahal, yang dibangun di dalam sebuah bangunan bekas hidro-listrik (stasiun pompa irigasi), yang terletak di Area Hutan Warisan Dunia, akhirnya resmi dibuka.
Pembangunan lokasi bernama ‘Pumphouse Point’ ini mentransformasi bangunan yang didirikan tahun 1940-an, yang terletak 200 meter dari bibir pantai Danau St Clair, danau terdalam di Australia.
Stasiun pompa ini sudah menganggur sejak tahun 1990-an ketika ia akhirnya dinonaktifkan.
Menteri Utama Tasmania, Will Hodgman, meresmikan situs eko-wisata ini, memuji kegigihan pengembang yang menghabiskan lebih dari satu dekade untuk mendapat dukungan dan persetujuan yang dibutuhkan.
"Pumphouse Point menawarkan pengalaman khusus tentang sejarah stasiun pompa, serta akses ke warisan alam yang spektakuler," katanya.
Ia menjelaskan, "Pemerintah menyambut baik dan mendorong pembangunan yang masuk akal dan menarik seperti di ‘Pumphouse Point’, yang memungkinkan wisatawan dan penduduk lokal untuk merasakan pengalaman padang gurun Tasmania yang luar biasa, dan untuk membantu mengubah Tasmania menjadi ibukota pariwisata lingkungan dunia."
Pembangunan ‘Pumphouse Point’ ini diharapkan menjadi awal dari gelombang baru pembangunan taman nasional di Tasmania. Pemerintah Negara Bagian Tasmania sendiri tengah mencoba untuk membuat proses izin pembangunan lebih mudah bagi para pengembang swasta.
Sebuah hotel eko-wisata mahal, yang dibangun di dalam sebuah bangunan bekas hidro-listrik (stasiun pompa irigasi), yang terletak di Area Hutan Warisan
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia