Stop Mainan Plastik, TK di Melbourne Biarkan Murid Bermain Lumpur

Sebuah taman kanak-kanak (TK) di Melbourne, Australia, kini membiarkan anak-anak asuhnya bermain lumpur dan pohon. Hal itu dilakukan setelah TK ini menghentikan penggunaan mainan dari plastik.
TK bernama Isabel Henderson Kindergarten di kawasan North Fiztroy, sekitar 6 km dari pusat kota, kini tidak lagi menggunakan mainan dari plastik sehingga murid-murid mereka bisa bermain bebas dengan apa yang tersedia di sekitarnya.
Direktur TK Nicole Messer menjelaskan, dengan menghentikan penggunaan mainan dari plastik, murid-murid tersebut dipaksa untuk berpikir mengenai apa yang bisa mereka lakukan.
"Ini menyangkut ketrampilan hidup, bagaimana mereka bisa membuat cerita, berimajinasi, berada di lingkungan yang tidak bias apapun," kata Messer.
Hal ini justru menjadi tantangan bagi anak-anak yang baru belajar mengenai kehidupan tersebut.

"Alam kadang memang kelihatan seperti tidak bersahabat. Dingin, basah, namun semua itu memaksa kita untuk berdaptasi," tambah Messer.
Dia menjelaskan dengan bermain di luar ruangan anak-anak berusia tiga dan empat tahun tersebut tak lagi bermain dengan mainan yang selalu dikaitkan dengan gender, seperti mainan truk untuk anak laki-laki atau boneka untuk anak perempuan.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi