Stop Mainan Plastik, TK di Melbourne Biarkan Murid Bermain Lumpur

"Bermain adalah belajar membangun kemampuan berkomunikasi, juga pengembangan sensori, gerakan motorik, semua ini akan membantu kita dalam kehidupan nantinya," kata Messer lagi.

Salah satu bagian dari tempat bermain di luar ruangan di TK tersebut adalah kolam lumpur dimana anak-anak dibiarkan bermain di sana.
Pada awalnya, menurut Nicole Messer, tidak banyak murid TK yang mau bermain di kolam lumpur.
"Pada awalnya kami melihat anak-anak itu tidak banyak yang mau menyentuh lumpur, ada yang menggunakan dahan untuk menyentuh lumpur karena takut tangannya kotor."
"Kami menganjurkan mereka untuk bermain di sana agar semakin terbiasa."
Ketika ABC mengunjungi TK tersebut, banyak anak-anak yang sedang membuat kue dari tanah dan juga berbagai kegiatan lain.
TK ini juga bekerjasama dengan kelompok aborijin setempat dari suku Wurundjeri untuk mengubah sebuah pabrik yang tidak digunakan lagi menjadi hutan aborijin.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana