Strategi Pegadaian Wujudkan Target OSL Rp 5,1 Triliun

Di antaranya, kredit multiguna, rahn tasjily tanah, dan kredit kepemilikan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
’’Untuk rahn tasjily tanah, sertifikat bisa menjadi agunan kredit,’’ kata Supriyanto. Nantinya Pegadaian juga akan meluncurkan gadai efek, saham, dan obligasi.
’’Produk lain yang siap diluncurkan adalah Gadai on Demand dan G-cash,’’ terang Supriyanto.
Khusus produk Gadai on Demand, nasabah tidak perlu datang di kantor pegadaian.
Nasabah bisa menggadaikan barangnya dari rumah. Nasabah tinggal telepon, barang bakal diambil kurir atau ojek untuk kemudian dibawa ke kantor pegadaian.
Di sana nilai barang tersebut lantas ditaksir. Terkait bisnis gadai emas, menurut Supriyanto, trennya terus menurun. Penurunan yang signifikan biasanya terjadi saat Lebaran.
’’Karena itu, kami meluncurkan produk baru. Misalnya multiguna, gadai sertifikat tanah, dan leasing. Salah satu tujuannya, mengantisipasi penurunan itu,’’ tegas Supriyanto. (res/c4/hep)
PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya melakukan berbagai cara untuk meraih outstanding loan (OSL) sebesar Rp 5,134 triliun pada tahun ini.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pegadaian Tegaskan Tak Ada Toleransi Terhadap Fraud & Korupsi
- Pegadaian Jadi Pelopor Bank Emas di Indonesia, Begini Syarat & Ketentuannya
- Pegadaian Raih Penghargaan IFN Global Awards
- Pegadaian GadePreneur 2025 Masih Dibuka, Calon Pebisnis Sukses Buruan Daftar!
- Pegadaian jadi Koordinator dalam Kolaborasi 23 BUMN untuk Menghadirkan Air Bersih di Batam
- Bank Emas Pegadaian Salurkan Pinjaman Modal Kerja Emas untuk PT Lotus Lingga Pratama