Strategi Pemprov Jatim Genjot Investasi Sektor Manufaktur
Kemudian, di Jombang ada Kawasan Industri Ploso seluas 800 ha serta Kawasan Industri Mojokerto 10 ribu ha.
Selanjutnya, di Tuban ada ekspansi pengembang PT Kawasan Industri Gresik seluas 300 ha, di Lamongan ada Kawasan Industri Maritim 400 ha, dan di Banyuwangi ada Kawasan Industri Wongsorejo (KIW) 480 ha.
”Untuk investasi manufaktur yang sekarang dibutuhkan Jatim adalah industri pengolahan barang modal, komponen, dan bahan penolong. Sebab, selama ini impor bahan baku di Jatim masih sangat tinggi,” kata Saiful.
Menurut dia, potensi daerah yang cocok untuk pengembangan industri bahan baku adalah Surabaya, Malang, Kediri, Gresik, dan Mojokerto.
Sementara itu, industri berbasis agro seperti pengolahan daging dan susu lebih cocok dibangun di Pasuruan, Malang, Sumenep, Bangkalan, Pamekasan, Tulungagung, Blitar, Batu, Kediri, dan Probolinggo.
Karena itu, pihaknya berkomitmen akan terus menyediakan KI, terutama di luar ring 1 yang memiliki UMK lebih rendah. Jadi, diharapkan produk yang dihasilkan bisa memiliki daya saing. (car/agf/c25/oki)
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berusaha mewadahi kebutuhan investasi di bidang manufaktur dalam beberapa tahun ke depan.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Menteri Rosan Sebut Tiongkok Berinvestasi Rp 120 Triliun untuk Indonesia
- 4 Tahun, Pemerintahan Prabowo Targetkan Rp 13.032 Triliun Investasi
- Catatan 2024: Angka Kejahatan di Riau Turun, Investasi Meningkat
- Ini Aset Investasi Net89 yang Disita Bareskrim di Tangsel, Wow
- IMF Sebut Indonesia Berhasil Lakukan Transformasi Ekonomi
- Benahi Infrastruktur, BP Kembangkan Batam sebagai Destinasi Investasi Unggulan di RI