Suara Tiga Negara Bagian Milik Obama
Jumat, 24 Oktober 2008 – 01:26 WIB

Foto: AFP
LEESBURG – Sebelas hari menjelang pemilihan presiden 4 November mendatang, persaingan kedua kandidat semakin ketat. Barack Obama kandidat Demokrat semakin diunggulkan di tiga negara bagian kunci dalam jajak pendapat Kamis (23/10).
Di beberapa jajak pendapat, seperti survei Quinnipiac University, Reuters/C-SPAN/Zogby, Washington Post-ABC News, Wall Street Journal-NBC News, dan non partisipan Pusat Peneliti Pew, Obama unggul dengan selisih angka dua digit. Tertinggi berdasarkan survei Pew dengan hasil selisih 14 poin.
Baca Juga:
Sementara itu menurut survei Quinnipiac University, Demokrat unggul di Ohio, Florida dan Pennsylvania. Di tiga negara bagian itu. rivalnya John McCain hanya sedikit mendapatkan dukungan di Florida dan Pennsylvania. Jajak pendapat Quinnipiac menunjukkan Obama mengungguli McCain di Florida dengan angka 49 -44 persen, dari sebelumnya survei 1 Oktober dengan hasil 51-43 persen. Di Pennsylvania Obama unggul 53-40 persen, sedangkan sebelumnya 54-39 persen. Di Ohio McCain kalah total dengan angka 52-38 percent.
Para kandidat berusaha keras untuk menguak kelemahan masing-masing. Survei mengindikasikan pemilih di negara bagian itu berubah memilih Obama karena kebijakan ekonominya. Bila sebelumnya keuntungan Obama atas kebijakan ekonomi mendapatkan 8 poin, kini menjadi 19 poin. Sedangkan pemilih yang berubah memilih McCain karena kebijakan luar negerinya dari dua menjadi enam poin. ”Jika angka ini tetap bertahan, Obama berarti memenangkan perolehan terbesar sejak Lyndon Johnson 1964,” ujar Peter Brown, asisten direktur Insitut jajak pendapat Quinnipiac University.
LEESBURG – Sebelas hari menjelang pemilihan presiden 4 November mendatang, persaingan kedua kandidat semakin ketat. Barack Obama kandidat Demokrat
BERITA TERKAIT
- 19 Juta Jiwa Jadi Korban Gempa, Junta Myanmar Masih Sibuk Urusan Perang Saudara
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global