Subsidi Listrik 2010 Diasumsikan Rp 43,25 T
Kamis, 28 Mei 2009 – 18:36 WIB
JAKARTA - Guna memenuhi kebutuhan subsidi listrik untuk tahun berjalan 2010 mendatang, pemerintah telah mengajukan dan mengasumsikan sebesar Rp 43,25 triliun. "Mengenai asumsi ini, tentunya disesuaikan dengan pagu indikatif dalam indikator makro ekonomi yang disampaikan Departemen Keuangan RI," ungkap Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono, ketika memberikan pemaparan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (28/5). Dikatakannya, total kebutuhan subsidi tahun 2010 yang sebesar Rp 43,25 triliun tersebut, bisa dikatakan lebih rendah apabila dibandingkan dengan kebutuhan subsidi tahun berjalan 2009 lalu yang mencapai Rp 51,94 triliun. "Namun jika ditambah dengan kekurangan subsidi tahun 2007 dan 2008 yang mencapai Rp 5,48 triliun, maka total kebutuhan subsidinya menjadi Rp 57,42 triliun," terang Purwono.
Faktor makro ekonomi yang diperhitungkan, antara lain nilai tukar rupiah sebesar Rp 10 ribu per USD, harga Crude Oil (ICP) senilai USD 50 per barel, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen, faktor elastisitas Penjualan Tenaga Lisrik (PTL) sebesar 1,2 persen, pertumbuhan PTL sebesar 6 persen, volume PTL sebesar 144,52 Twh (terra watt hour), serta susut jaringan yang mencapai 9,95 persen.
Baca Juga:
"Exercise atau perhitungan ini tentunya sudah termasuk margin usaha yang sebesar Rp 3 persen," tambahnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Guna memenuhi kebutuhan subsidi listrik untuk tahun berjalan 2010 mendatang, pemerintah telah mengajukan dan mengasumsikan sebesar Rp 43,25
BERITA TERKAIT
- Kementan-Kementrans Berkolaborasi Bangun Kawasan Transmigrasi untuk Swasembada Pangan
- Mentan Amran Sulaiman Tegaskan akan Cabut Izin Penjual Pupuk Bersubsidi di Atas HET
- Kementrans dan Kementan Jalin Kolaborasi untuk Genjot Pendapatan Petani-Transmigran
- Upaya Relawan Inc Tingkatkan Daya Saing Kain Tenun Kupang
- Lantik Pajabat Baru, Dewan Nasional KEK Sampaikan Pesan Ini, Silakan Disimak
- Menko Airlangga Hartarto Bertemu Menteri Keuangan Hong Kong, Ini yang Dibahas