Sudah Ada Kesepakatan untuk Menerima Lagi Pekerja Asing Untuk Pertanian di Australia

Hampir 10 ribu diantara mereka yang datang setiap tahunnya berasal dari Inggris.
Menteri Pertanian David mengatakan partainya Partai National sudah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan jumlah pekerja untuk bekerja di ladang pertanian.
"Partai National sudah mencapai persetujuan dari PM guna memastikan adanya mekanisme untuk bisa menggantikan sampai 10 ribu pekerja, juga cara membangun kapasitas pekerja musiman yang diperlukan," kata David Littleproud kepada ABC.
"Kami bekerjasama dengan PM dan menteri perdagangan dan menter lain untuk memastikan mekanisme bisa dilaksanakan, dan kami yakin sudah menemukannya."
Ketika ditanya apakah mekanisme tersebut adalah dalam bentuk visa khusus di bidang pertanian, David mengatakan PM Morrison yang akan mengumumkan hal tersebut pertama kalinya.
Petani menghendaki adanya visa khusus pekerja pertanian
Kalangan pemilik lahan pertanian di Australia sudah lama menyerukan kepada Pemerintah Australia untuk memberikan visa khusus di bidang pertanian jauh sebelum Australia menutup perbatasan karena COVID-19.
Presiden Federasi Petani di Victoria, Emma Germano mengatakan visa khusus pekerja pertanian ini sudah seharusnya ada sejak lama karena ditunggu-tunggu oleh petani, bukan program lain.
"Perpanjangan model Skema Pekerja dari Pasifik atau Program Pekerja Musiman bukanlah visa pertanian dan tidak memenuhi kebutuhan di bidang pertanian.
Pemerintah Australia akan segera mengizinkan pekerja asing untuk masuk lagi bekerja di ladang pertanian
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana