Sudah Bayar Sewa Rumah Mahal, Mahasiswa Asing di Australia Malah Tidur di Tenda

Menurut Leo Patterson-Ross, CEO Tenants' Union of NSW, mengubah ruang tamu menjadi kamar tidur bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum.
"Itu melanggar hukum lokal, karena mengubah ruang tamu menjadi kamar tidur tanpa persetujuan dari pemerintah lokal," katanya.
Leo menyebut pihaknya menemukan perilaku yang sangat melanggar hukum dan kasar dari pemilik rumah.
Di antaranya menahan paspor mahasiswa, mengancam akan melaporkan ke departemen imigrasi jika mereka melanggar perjanjian sewa.
Untuk mencegah eksploitasi terhadap mahasiswa internasional, Leo mengatakan pemerintah perlu membenahi masalah mendasar yang kini menimpa semua orang.
"Kita tidak memiliki cukup rumah untuk semua orang di Australia. Bicara soal pasokan itu bukan hanya soal bangunannya, tapi juga harganya," katanya.
Menurut Yeganeh, mahasiswa asing perlu saling mendukung untuk mengatasi krisis sewa rumah.
Dia mengatakan universitas harus turun tangan menawarkan dukungan bagi para mahasiswanya.
Saat masih berada di Tiongkok mempersiapkan diri berangkat kuliah ke Australia, Zoe Jiang tidak pernah membayangkan jika sebuah tenda yang dibawanya malah menjadi barang paling penting
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi