Sudah Lima Kali Ratas, Dualisme di Batam Tak Kunjung Tuntas
jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas persoalan dualisme kewenangan di Batam.
Dalam rapat yang digelar di Istana Negara, Selasa (19/1), Jokowi -sapaannya- kembali wanti-wanti ke para pembantunya di Kabinet Kerja agar dualisme kewenangan di Batam yang timbul akibat keberadaan pemerintah kota dan Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa segera diselesaikan.
Jokowi mengatakan, sudah ada lima pertemuan khusus hanya untuk membahas persoalan Batam. Menurutnya, persoalan dualisme yang berimbas pada hambatan investasi itu juga terkait dengan status kawasan ekonomi khusus (KEK) yang mencakup Batam, Bintan dan Karimun.
“Sekali lagi saya sampaikan kita telah memasuki era kompetisi sehingga perlu langkah-langkah terobosan untuk KEK. Seluruh KEK harus punya keunggulan-keunggulan sehingga kita perlu mengurai dan harus berani mengurai persoalan-persoalan,” katanya.
Ia menambahkan, dualisme kewenangan antara pemda dan BP Batam berdampak pada kelambanan masalah perizinan untuk investor. “Saya ingin masalah-masalah ini diselesaikan,” tegasnya.
Sedangkan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution yang ditemui usai rapat di Istana Negara mengatakan, sebenarnya ada beberapa pilihan kebijakan untuk mengatasi persoalan di Batam. Namun, kebijakan itu masih terus dimatangkan.
“Artinya ini belum untuk konsumsi publik. Biar saja dulu kami olah, pada saatnya kami akan jelaskan,” katanya.
Bagaimana dengan perintah Presiden Jokowi agar persoalan Batam segera diatasi? Darmin mengatakan, persoalan Batam memang rumit. “Karena tumpang tindihnya rumit sehingga biarkan kita selesaikan dulu, baru kita jelaskan,” kilahnya.
JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas persoalan dualisme kewenangan di Batam. Dalam rapat
- Info dari Mensos Jumlah Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
- AMPHURI Dorong Prabowo Lobi Arab Saudi, Biar Kuota Haji Indonesia Bertambah
- Pegadaian Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi
- KPK Proses Laporan Dugaan Korupsi Aset Pemkab Kutai Timur di Jakarta
- Kantor Imigrasi Jakpus Deportasi 14 WNA yang Langgar Izin Tinggal
- Seniman Faida Rachma Soroti Isu Hunian dan Kepemilikan di Jakarta Biennale 2024