Suku Bunga BTN Jadi Satu Digit
Kamis, 12 Januari 2012 – 07:24 WIB

Suku Bunga BTN Jadi Satu Digit
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menetapkan suku bunga kredit single digit untuk jenis KPR (kredit pemilikan rumah) dan KPA (kredit pemilikan apartemen) mulai 11 Januari 2012. Membaiknya fundamental ekonomi Indonesia ditandai dengan penurunan BI Rate menjadi landasan bank plat merah ini untuk menurunkan bunga kredit. Membaiknya fundamental ekonomi Indonesia yang ditandai dengan turunnya BI rate yang menjadi dasar dalam perhitungan suku bunga kredit, menurut Iqbal, membuat peseroan siap dengan hitungan untuk menetapkan suku bunga kredit baru ini.
Direktur Utama BBTN, Iqbal Latanro, mengatakan telah ditetapkan sebesar 9,00 persen untuk suku bunga kredit di atas Rp 350 Juta dan suku bunga 9,75 persen untuk kredit di bawah Rp 350 Juta. "Untuk merespon pasar dan sebagai momen yang baik di awal tahun 2012 Bank BTN menetapkan tingkat suku bunga kredit barunya single digit berlaku sejak tanggal 11 Januari 2012," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Baca Juga:
Iqbal mengatakan, langkah ini sebagai terobosan sesuai dengan semangat regulator akan perbankan untuk segera menurunkan tingkat bunga kreditnya. "Kami ingin kebijakan ini menjadi stimulus bagi bertumbuhnya industri perumahan di Indonesia dan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik," katanya.
Baca Juga:
Terlebih, menurutnya, bisnis pembiayaan perumahan merupakan bisnis padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja karena terkait dengan 114 industri ikutannya. Sehingga diharapkan lancarnya bisnis perumahan ini menjadi stimulus ekonomi di tengah masyarakat. "Mudah-mudahan penurunan suku bunga kredit ini mendapat respon positif dari dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah," harapnya.
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menetapkan suku bunga kredit single digit untuk jenis KPR (kredit pemilikan rumah) dan KPA (kredit pemilikan
BERITA TERKAIT
- Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Begini Respons Stafsus Gubernur Jakarta
- Volume Kendaraan Meroket, ASDP Pastikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Aman & Terkendali
- Tarif Impor AS Naik, Industri Mebel Indonesia Terancam Lesu
- Rudi Hartono Bangun: Kebijakan AS Harus Disikapi dengan Hati-Hati
- Riza Primahendra Sampaikan Kajian Perkumpulan Amerta Soal Fenomena Ekonomi Lebaran 2025
- Waka MPR Eddy Soeparno Angkat Bicara soal Protes AS Terhadap Kebijakan TKDN Indonesia