Sulitnya Menyulap Gary Oldman Jadi Winston Churchill

Apa kesulitan terbesar untuk membuat riasan di Darkest Hour?
Sebelumnya, saya lebih sering membuat make-up karakter fiktif alias imajiner. Nah, kali ini saya harus membuat make-up manusia. Tokoh besar, pula. Saya dan tim tidak boleh sembarangan dalam mengukir, memoles, atau menentukan model prostesis. Sebab, ini semua adalah tentang kemiripan presisi. Semua tahap, mulai riset hingga eksekusi, harus benar-benar sempurna.
Anda merias Oldman selama lebih dari tiga jam. Bagaimana membuat dia nyaman?
Kunci kenyamanan kami berdua adalah profesionalitas. Saya dan Oldman sudah berkarir cukup lama dalam industri perfilman. Saat make-up, Oldman tahu bahwa dirinya harus duduk diam berjam-jam agar hasilnya sempurna. Dia sama sekali tidak merasa tak nyaman jika memang harus demikian. Saya pun ketika mendandani akan berusaha agar proses make-up tidak mengganggu kenyamanan aktor.
Di sela syuting, prostesis harus dibenahi agar tetap oke. Bagaimana caranya?
Kalau yang satu ini, butuh kerja sama antara aktor, make-up artist, dan kru yang bertugas. Karena make-up Oldman sangat kompleks, dia harus menghindari menyantap makanan yang terlalu berat agar tak menodai atau merusak prostetik. Saya dan tim sebagai MUA pun harus rutin melakukan touch-up atau pengecekan kalau-kalau ada perubahan posisi prostesis.
Penampilan Gary Oldman sebagai Winston Churchill di Darkest Hour menuai pujian begitu deras. Kesuksesan itu tak lepas dari peran Kazuhiro Tsuji sang penata rias
Redaktur & Reporter : Adil
- Surya Sahetapy Akhirnya Tiba di Rumah Duka
- Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Raya: Kak Surya Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Video Call
- Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Raya: Surya Langsung Beli Tiket Jam 5 Subuh
- Anak Ray Sahetapy: Masuk Islam di sana, Ditutup Juga di Sana, Alhamdulillah
- Sebelum Meninggal Dunia, Ray Sahetapy Sempat Menyampaikan Wasiatnya
- Mengenang Sosok Ray Sahetapy, Ira Wibowo: Kami Semua Sedih, Dia Sangat Open