Sumber Energi Listrik Menipis, Menristekdikti: Saatnya Beralih ke Nuklir

Dia mencontohkan di Puspiptek Serpong ada Iradiator Gamma. Suatu alat berbasis nuklir yang digunakan untuk barang konsumsi. "Kalau kita punya makanan, itu tingkat basinya berapa jam? Paling empat jam sampai enam jam sudah basi, tapi ini bisa tahan dua tahun tanpa perlu tambahan bahan kimia. Ini hanya diradiasi saja, dan ini aman. Ini adalah teknologi masa depan. Kalau ini bisa dilakukan di kawasan industri makanan, kita tidak perlu tambahan bahan kimia," paparnya.
Menteri Nasir mengapresiasi BAPETEN yang sudah bekerja sama dengan Polri untuk penegakan hukum terkait pelanggaran dalam penggunaan tenaga nuklir.
Namun Nasir tetap mengutamakan edukasi kepada masyarakat sebelum dilakukan penegakan hukum. (esy/jpnn)
Indonesia potensial untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terutama di wilayah Kalimantan Selatan dan Bangka Belitung.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- JICT Padamkan Lampu Selama Earth Hour 2025
- Rencana Indonesia Bangun Pembangkit Tenaga Nuklir Dikhawatirkan Memicu Bencana
- Lewat Transisi Energi Terbarukan, Indonesia Bisa Menurunkan Emisi GRK
- Rusia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Skala Besar di Indonesia
- PLTN Pertama Indonesia Siap Beroperasi pada 2032
- Climate Group Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Energi Terbarukan, Butuh Regulasi