Sungai di Tiga Kecamatan Dipenuhi Bangkai Ikan

Sungai di Tiga Kecamatan Dipenuhi Bangkai Ikan
Sungai di Tiga Kecamatan Dipenuhi Bangkai Ikan
Kehadiran bangkai ikan busuk tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas warga karena air sungai banyak digunakan warga setiap harinya untuk beberapa keperluan seperti mandi dan mencuci. “Bahkan ada juga warga yang menggunakannya untuk memasak,” katanya.

Banyak warga yang akhirnya tidak bisa menggunakan air sungai dan mengalami krisis air bersih seperti di Desa Pingaran Ulu dan Ilir. “Kita sudah mengirimkan surat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar untuk meminta bantuan air bersih,” lanjutnya.

Senada dengan Surya, Camat Martapura Timur Amir Hasan juga mengaku telah dilapori warga Desa Tambak Baru yang mengeluhkan adanya tumpukan ikan yang hanyut di sungai yang mengganggu aktivitas warga. Karena selama ini warganya juga sangat bergantung dengan air sungai untuk beberapa keperluan. “Saya mengimbau kepada warga agar bisa bergotong-royong untuk membuang ikan-ikan yang mati tersebut, sehingga sungai bisa kembali digunakan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banjar yang dikonfirmasi kemarin, masih belum memiliki data lengkap berapa jumlah ikan yang mati dan berapa banyak jumlah pemilik keramba yang merugi. “Saat ini petugas dari Dinas masih melakukan pendataan, sehingga untuk sementara ini belum diketahui kerugian yang dialami pemilik keramba akibat banyaknya ikan mati selama beberapa hari terakhir,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Noor Ifansyah Fani, kepada Radar Banjarmasin.

MARTAPURA – Matinya jutaan ikan nila dan mas di Desa Mali-Mali dan Sungai Arfat Kecamatan Karang Intan, menimbulkan masalah bagi warga Kecamatan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News