Sungai Mahakam Tercemar, PDAM Masih Layak
Selasa, 06 November 2012 – 12:43 WIB

Sungai Mahakam Tercemar, PDAM Masih Layak
SAMARINDA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda tak terpengaruh dengan kondisi Sungai Mahakam yang semakin tercemar dan dangkal. Perusahaan ini mengklaim, penyedia air bersih untuk 111.600 pelanggan di Kota Tepian termasuk Palaran sejauh ini baik-baik saja. Humas PDAM Samarinda, Syarif Rahman Hakim mengatakan, kualitas air yang mereka olah masih sesuai standar baku mutu, meski kondisi sungai tambah keruh. Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, perlu audit di sungai yang membelah ibu kota Kaltim itu. Pemkot, kata dia, tentu akan mendukung hal tersebut. Tapi penting dikoordinasikan dengan Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang juga dialiri Mahakam.
Tapi, harus ada penanganan khusus pada saat tertentu, misalnya ketika terjadi perubahan kondisi sungai. Kondisi ini besar dipengaruhi oleh faktor cuaca. “Pada saat tertentu memang ada perubahan warna air, yakni ketika musim panas. Air yang biasa berwarna kekuningan akan menjadi kemerahan. Ini disebabkan tumbuhan mati di dasar sungai akan terangkat ke permukaan ketika terjadi hujan, setelah musim panas di hulu,” kata Syarif Rahman, seperti dilansir Kaltim Pos, Selasa (6/11).
Baca Juga:
Air baku untuk pelanggan PDAM Samarinda hampir seluruhnya dari Sungai Mahakam. Air baku yang diproduksi masih bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat. “Masih layak di konsumsi. Tapi, kalau dijadikan air minum, ya harus dimasak dulu,” ucapnya.
Baca Juga:
SAMARINDA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda tak terpengaruh dengan kondisi Sungai Mahakam yang semakin tercemar dan dangkal. Perusahaan
BERITA TERKAIT
- Rano Karno Ajak Warga yang Kebanjiran untuk Tinggal di Rusun
- Aktivitas Publik di Bekasi Lumpuh Total Hari Ini
- Masih Kebanjiran, Warga Jaktim Pertanyakan Fungsi Sodetan Ciliwung
- Getek Terbalik, 3 Orang Tenggelam di Sungai Rawas
- Mentan Amran Bakal Tindak Pedagang Jual Beras di Atas HET
- Puncak Bogor Kebanjiran, Dedi Mulyadi Sentil Jaswita & PTPN