Supir Nurpati Diberi Tanda Terima Kosong
Kamis, 30 Juni 2011 – 20:44 WIB
Lalu, kata Andi, supirnya, Aryo, memberitahukan kepadanya bahwa ada surat dari staf MK untuk dirinya. "Saya bilang taruh saja di jok depan, karena surat itu untuk Ketua KPU. Lalu saya bilang teruskan ke staf pimpinan (KPU)," katanya.
"Keterangan saya, saya menolak untuk menerima (surat itu) dan tidak pernah membacanya di Studio Jak TV," ungkap Andi lagi.
Kemudian, lanjut Andi, ketika rapat pleno 2 September 2009, awalnya dipimpin oleh Ketua KPU. Tapi, karena sesuatu dan lain hal, Ketua KPU keluar dan menyerahkan pimpinan rapat ke dirinya. "Ketika rapat itu kita tidak hanya membahas soal Sulsel I saja, tapi lain-lain juga," katanya.
Begitu sampai pembahasan soal Sulsel I, menurut Andi, Kepala Biro Hukum KPU, menyatakan sudah ada surat jawaban dari MK yang kemudian langsung dibacakan oleh yang bersangkutan. "Setelah dibacakan oleh Kepala Biro Hukum KPU, kita berdiskusi membahas amar putusan dan isi surat itu," kata Andi.
JAKARTA -- Mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Andi Nurpati memberikan keterangan di hadapan Panitia Kerja Mafia Pemilihan Umum, Komisi II
BERITA TERKAIT
- Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Guru PPPK Bisa Mengajar di Sekolah Swasta Mulai 2025
- Budayawan Anggap Jokowi Merusak Peradaban Indonesia, Rakyat Perlu Bergerak
- Lemhannas Berharap Bisa Berkontribusi di Penyusunan Perencanaan Program Pembangunan Nasional
- Berdikari Berkomitmen Beri Harga Terjangkau untuk Daging Ayam hingga Kerbau
- Demi Perbaikan Hukum, Presiden Prabowo Disarankan Mencopot Jenderal Listyo
- IPW Minta Masyarakat Menunggu Hasil Penyelidikan Kasus Penembakan di Semarang