Survei: PSI dan Perindo Berpeluang Lolos ke Senayan

jpnn.com, JAKARTA - Survei terbaru Y-Publica menunjukkan bahwa dua partai baru punya peluang lumayan untuk menembus parliamentary treshold alias jadi penghuni baru gedung DPR RI. Dua partai itu adalah PSI dan Perindo.
Rudi menjelaskan, dari hasil survei Y-Publica yang dilakukan pada 10 sampai 20 Oktober 2018, elektabilitas Perindo 2,5 persen, sedangkan PSI di kisaran 1,6 persen.
”Dengan mempertimbangkan angka simpang survei sebesar 2,98 persen, hanya Perindo dan PSI dari partai baru yang berpeluang lolos ke Senayan," kata Rudi di Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018.
Rudi menuturkan, hanya saja dibanding survei sebelumnya, elektabilitas Perindo cenderung menurun. Dari 3,1 persen pada Mei 2018, lalu 2,9 persen pada Agustus 2018, menjadi 2,5 persen pada survei terakhir.
Menurut dia, selain strategi kampanye Perindo yang monoton, partai besutan pengusaha Hary Tanoesoedibjo itu tidak punya gebrakan politik. Perindo dinilai hanya jorjoran di media televisi.
”Publik menunggu gebrakan politik dari partai-partai baru ini, yang membedakannya dengan partai lama,” ujarnya.
Berbeda dengan PSI, yang elektabilitasnya cenderung naik. Meskipun tipis. Pada Mei 2018, elektabilitas PSI sebesar 1,3 persen. Lalu naik menjadi 1,5 persen pada Agustus 2018, menjadi 1,6 persen pada survei terakhir.
Rudi menilai, dalam rentang waktu itu, PSI sering membuat gebrakan politik baru yang menarik perhatian publik.
Survei terbaru Y-Publica menunjukkan bahwa dua partai baru punya peluang lumayan untuk jadi penghuni baru gedung DPR. Dua partai itu adalah PSI dan Perindo
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI