Survei Sudah Membuktikan, Prabowo-Gibran Bukan Dinasti Politik
jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei dari beberapa lembaga survei pada medio November 2023 ini, menunjukkan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih dalam posisi teratas.
Padahal kehadiran Gibran yang merpakan putra Presiden Joko Widodo dianggap banyak kalangan sebagai dinasti politik.
Pengamat politik Universitas Indonesia Meidi Kosandi mengatakan tingganya hasil survei Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka membuktikan isu politik dinasti tak berdampak negatif terhadap elektabilitas pasangan nomor urut 2 itu.
"Isu dinasti politik terhadap Prabowo-Gibran saya rasa tidak terlalu berpengaruh terhadap dukungan masyarakat," kata Meidi, Selasa (28/11).
Seperti diketahui, elektabilitas Prabowo-Gibran pada medio November 2023 ini berada di kisaran 40 persen.
Menurut Meidi, para pemilih pasangan Prabowo-Gibran, hampir sebagian besar merupakan pemilih loyal Prabowo pada dua pemilu terakhir.
Karena itu, politik dinasti yang menimpa Gibran sebagai pasangan Prabowo tidak terlalu berpengaruh.
"Saya kira masyarakat yang mendukung memang tidak terpengaruh dengan dinasti politik," ujarnya.
Kehadiran Gibran yang merpakan putra Presiden Joko Widodo dianggap sebagai dinasti politik. Lalu, kenapa elektabilitas pasangan nomor 2 tetap tinggi?
- Sampit Bantul
- Sebut PMK PPN Membingungkan, Misbakhun Sarankan agar Dirjen Pajak Tinggalkan Jabatan
- MK Hapus Presidential Threshold, Gibran Berpeluang Melawan Prabowo di 2029
- Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif
- 4 Tahun, Pemerintahan Prabowo Targetkan Rp 13.032 Triliun Investasi
- DPR Sebut Penurunan Biaya Haji Bisa Memperbaiki Citra Prabowo