Susut dan Limbah Pangan Berdampak pada Kualitas Gizi Masyarakat

"Salah satu langkah yang paling penting agar susut dan limbah berkurang adalah dengan mengurangi kerusakan pangan dengan memperbaiki rantai dingin dan di tengah industri digital yang saat ini ada,” tuturnya.
Penjualan dengan menggunakan media online juga dinilai menjadi sarana yang bagus untuk bisa mengembangkan UMKM pangan dan perikanan yang ada di Indonesia.
Ketua JP2GI Dr. Soen'an Hadi Poernomo mengatakan, pelaku UMKM pangan dan perikanan diharapkan bisa berbenah dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam mengembangkan produknya.
"Pengusaha harus mampu mengatur rantai distribusi untuk bisa memaksimalkan produknya agar bisa dimanfaatkan masyarakat dengan memaksimalkan penerapan 5G yakni GHP (Good Handling Practice), GDP (Good Distribution Practice), GWP (Good Warehouse Practices), GRP (Good Retail Practices) dan GLP (Good Laboratory Practices),” tandasnya. (jlo/jpnn)
Kesadaran masyarakat untuk mengurangi susut dan limbah pangan dinilai masih kurang.
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh
- Tips Agar Gula Darah Aman Selama Lebaran 2025
- Yayasan Sole Family Bali dan Perjuangan Melawan Ketidakberdayaan
- Ahli Sarankan Pembatasan Konsumsi Gula saat Anak Berbuka Puasa
- PNM Gelar 'Madani Care Stunting' di Desa Towale, Donggala
- Yan Mandenas Minta MBG dan Pendidikan Gratis Jangan Dibenturkan
- Makan Bergizi Gratis dapat Sambutan Hangat dari Warganet Global