SWID Targetkan Raih Marketing Sales Rp 100 Miliar
Senin, 27 Juni 2022 – 09:56 WIB

PT Saraswanti Indoland Development Tbk berencana membangun menara apartemen Arjuna dan Bima di kompleks mixed use Mataram City, Yogyakarta. Foto dok SWID
Dana dari initial public offering (IPO) akan dimanfaatkan untuk modal kerja.
Salah satunya adalah untuk membangun proyek apartemen dan rumah tapak.
Perseroan juga berkeyakinan akan mampu membukukan peningkatan pendapatan dari sisi recurring income, yaitu pendapatan dari hotel.
“Jika pendapatan hotel tahun 2021 sebesar Rp 54,5 miliar, perseroan memproyeksikan terjadi kenaikan menjadi sebesar Rp 86,3 miliar pada 2022,” urai Cucun.
Keyakinan perseroan terkait adanya kenaikan 48% di lini recurring income ini berdasarkan kondisi pandemi Covid-19 yang semakin menurun.
“Keyakinan itu diperkuat dengan capaian year to date Mei 2022 yang jauh melampaui periode sama pada 2021," serunya.(chi/jpnn)
Calon emiten berkode saham SWID ini juga optimistis recurring income dari bisnis hotel melonjak 48 persen pada tahun ini.
Redaktur & Reporter : Yessy Artada
BERITA TERKAIT
- CBD PIK2 Buyback Saham Rp 1 Triliun, Laba Melejit Hampir 60%
- Waka MPR dan Dirut BEI Bahas Penguatan Regulasi Perdagangan Karbon di Indonesia
- Savyavasa, Hunian Kelas Atas yang Jadi Rebutan Pembeli
- Pramono Menggratiskan Pajak Rusun dan Apartemen dengan NJOP di Bawah Rp 650 Juta
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Fore Coffee Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia, Cek Jadwalnya