Syarat Bahasa Inggris untuk Visa Pasangan Warga Australia Dikhawatirkan Picu Diskriminasi

"Syukur-syukur kalau dia bisa adaptasi. Kalau nggak nanti malah berakhir ke perceraian," ujar Nila, yang telah dikaruniai tiga orang anak.
Nila sendiri mengaku bisa beradaptasi dengan masyarakat di Melbourne melalui program kelas bahasa Inggris yang disediakan pemerintah Australia.
"Dengan program AMEP yang ada sekarang ini jauh lebih memberikan ruang yang cukup untuk para imigran yang tak bisa berbahasa Inggris untuk bisa beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat luas," jelasnya.
AMEP atau 'Adult Migrant English Program' didanai oleh Pemerintah Australia untuk memberikan kursus bahasa Inggris hingga 510 jam bagi PR atau penduduk sementara yang memenuhi syarat.
"Saya membayangkan jika aturan itu diterapkan, maka pasangan yang tidak bisa berbahasa Inggris meski sudah punya anak dengan citizen Australia, mereka harus mengurungkan niatnya untuk mengajukan permohonan PR," kata Nila lagi.
Untuk cari kerja dan hindari KDRT
Dalam pengumuman yang disampaikan pekan lalu, pejabat pelaksana Menteri Imigrasi Australia Alan Tudge mengatakan, pemohon visa pasangan dan sponsor mereka disyaratkan untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris pada level fungsional atau dapat menunjukkan keseriusan untuk belajar.
"Kecuali Anda bisa berbahasa Inggris, maka akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan," ujarnya.
"Dan juga akan menjadikan pihak perempuan lebih berisiko alami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena mereka mungkin tak bisa berkomunikasi dan mendapatkan dukungan yang diperlukan," tambah Menteri Tudge.
Syarat kemampuan berbahasa Inggris untuk mendapatkan visa pasangan atau 'partner visa' di Australia telah menimbulkan kekhawatiran, salah satunya adalah soal diskriminasi dalam perkawinan
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi