Syarif Gerindra: Sejak Awal Pak Anies Baswedan Pengin Karantina

Waktu berjalan kemudian upaya Anies untuk melakukan karantina didialogkan dengan pusat.
Pusat keberatan menggunakan karantina. Kalau karantina akan berat. Masyarakat harus diberi makanan tiga kali sehari, kemudian hewan ternak juga harus dikasih.
"Negara enggak mampu, karena itulah dimodifikasi dalam bentuk yang namanya PSBB. Jadi PSBB yang diterapkan Pak Anies sejak awal juga sebetulnya kompromi," terangnya.
Sebelum PSBB itu diubah menjadi menjadi PSBB transisi, bulan Mei, pemerintah pusat sudah mengenalkan fase new normal. Ada fase 1, fase 2 dan fase 3.
"Pak Anies juga dalam situasi membaca dengan cermat perkembangan kurva COVID-19. Perkembangannya bagus, ada penurunan sehingga PSBB awal dilonggarkan dalam bentuk PSBB transisi," ucapnya.
"Hitungan Pak Anies ingin dilakukan PSBB transisi itu bulan Juli, bukan 4 Juni. Apa yang terjadi kemudia pascapelonggaran dua bulan? Kasus COVID-19 bukan malah menurun, kurva malah naik," sambungnya.
Atas kesadaran itu, lanjut Syarif, Anies mengumpulkan banyak data dan fakta termasuk masukan dari ahli epidemiologi.
Kemudian rapat bersama Forkopimda dan dengan dengan berat hati mengumumkan akan diberlakukan PSBB seperti awal.
Syarif menyebutkan, kebijakan PSBB merupakan hasil kompromi, meskipun sebenarnya Anies Baswedan menginginkan adanya karantina.
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- Tom Lembong Jalani Sidang Perdana, Istri Hingga Anies Memberikan Dukungan
- Gerakan Rakyat Bakal Jadi Parpol, Lalu Dukung Anies, Pengamat Ungkap Indikasinya
- Pram-Rano Buka Kemungkinan Lanjutkan Pembangunan ITF Sunter yang Digagas Anies
- Tahun ke-12, Nara Kreatif Meluluskan 778 Siswa, Anies Baswedan Beri Pesan Khusus