SYL Sebut Ada Teknologi Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Tetapi...
"Karena itu, upaya menggandeng perguruan tinggi adalah untuk terus mengawal akselerasi dan pemulihan ekonomi melalui pertanian dan koperasi karena produksi pangan tidak hanya untuk ketahanan pangan nasional tapi juga harus dapat diekspor," bebernya.
Dia juga mengatakan teknologi itu ialah terobosan baru yang diminta Presiden Jokowi. Peningkatan produksi pertanian hingga ada kepastian pasar bagi hasil pertanian petani berkualitas bagus, diolah, dan dikemas menarik.
"Harus ada temuan-temuan baru untuk dikembangkan ke masyarakat," tutur SYL.
Lebih lanjut SYL menjelaskan dengan sinergi dengan Menkop UKM dilakukan untuk aspek hilirisasi, pemasaran, dan pengkoorporasian.
Selain itu kerja sama dengan IPB dan 15 perguruan tinggi dilakukan untuk menemukan varietas unggul dan ini sesuai arahan Presiden Jokowi.
"Perguruan tinggu harus menjadi rumah inovasi dan menerobos kebaruan dan tantangan-tantangan era, termasuk mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas di masa mendatang karena kita akan bersaing secara global," jelasnya.
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan Kemenkop UKM akan fokus pada pengembangan model bisnis pertanian.
Selain itu yang tak penting juga adalah mengkoorporatisasi petani-petani perorangan, dan skala kecil kemudian dikoperasikan sehingga masuk dalam skala ekonomis.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) dan IPB menyatakan akan mencoba sebuah teknologi baru.
- Dukung Ketahanan Pangan, IsDB & IFAD Kembangan Pertanian Dataran Tinggi
- Program Upland Kementan Diharapkan Bisa Perkuat Ketahanan Pangan
- IFAD Tinjau Program UPLAND di Garut Untuk Tingkatkan Produktivitas & Kesejahteraan Petani
- Bagaimana Cara Daftar Brigade Swasembada Pangan? Ini Penjelasan Kepala BPPSDMP Kementan
- Usut Kasus Korupsi Pengadaan X-Ray Kementan, KPK Panggil Sunarto Sulai
- Wamentan Sudaryono Dapat Gelar Bapak Petani Milenial, Yakin Sektor Pertanian Menjanjikan