Tahunan Dakwah di Afghanistan, Ulama Ini Khawatir Kerja Kerasnya Dirusak Taliban

Abuzeid berharap Taliban akan memenuhi janjinya untuk mengizinkan anak perempuan menempuh pendidikan.
“Taliban berasal dari rakyat Afghanistan, dan seperti yang saya dengar dari media dan dari kontak kami dengan para profesor dan kepala universitas serta beberapa tokoh penting, pemikiran Taliban berubah dan mereka menghargai perempuan. Taliban mengatakan akan mendidik perempuan tetapi dengan cara yang sesuai dengan hukum Islam.”
Kembalinya misi ke Afghanistan akan bergantung pada persetujuan dari pemerintah Mesir.
"Warisan Al-Azhar adalah warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi, bukan hanya informasi yang bersifat sementara tetapi juga cara berpikir,” katanya.
“Jika Taliban mengubah ideologinya (yang keras) dan negara itu kembali stabil sesuai kehendak rakyat, maka Al-Azhar tidak keberatan melanjutkan misinya kembali,"
Yuk, Simak Juga Video ini!
Sejak 2007, ulama Al-Azhar telah menyebarkan tradisi Islam yang damai di Afghanistan, nilai-nilai yang kini terancam oleh kebangkitan Taliban
Redaktur & Reporter : Adil
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Waka MPR Akbar Supratman Sesalkan Dugaan Penghinaan Kepada Ulama Sulteng Habib Idrus
- Menpora Dito Apresiasi Kegiatan Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke 15 DMDI
- Senator Lalita Buka Puasa Bersama Masyarakat Nelayan, Tekankan Toleransi
- Ustaz Cholil Bicara tentang Islam dan Pertambangan Berkelanjutan
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali