Taiwan Diminta Tidak Tarik Semua Produk Mie Instan Indonesia
Kemdag Siap Bentuk Ditjen Baru
Senin, 18 Oktober 2010 – 20:56 WIB

Taiwan Diminta Tidak Tarik Semua Produk Mie Instan Indonesia
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemdag) meminta kepada pihak pemerintah Taiwan untuk tidak menarik semua produk mie instan asal Indonesia. Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Deddy Saleh mengatakan, pemerintah Taiwan harus dapat meletakkan kasus ini secara proposional. Ardiansyah mengatakan, produk mie instan Indonesia di Malaysia, Brunei, juga Singapura, tidak pernah ada masalah dan hingga saat ini masih bisa dikatakan aman. Disebutkannya pula, nilai ekspor mie instan Indonesia sendiri ke berbagai negara cukup tinggi. Di mana sepanjang tahun 2010 saja, ekspor mie instan Indonesia ke Malaysia mencapai USD 3,4 juta, ke Australia mencapai USD 14,7 juta dan ke Taiwan mencapai USD 1,1 juta.
"Artinya, janganlah semua produk disamaratakan. Okelah jika salah satu mie instan produk Indonesia dinilai menyalahi standar atau aturan pemerintah Taiwan. Tetapi bukan berarti semua produk kita (Indonesia) tidak sesuai aturan," ungkap Deddy, ketika ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Senin (18/10).
Baca Juga:
Pernyataan Deddy itu juga dibenarkan oleh Sekjen Kemdag, Ardiansyah Parman, yang juga berada di tempat sama. "Kami tegaskan kembali bahwa produk mie instan kita sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Indonesia maupun negara-negara tujuan ekspor," tegasnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemdag) meminta kepada pihak pemerintah Taiwan untuk tidak menarik semua produk mie instan asal Indonesia. Plt
BERITA TERKAIT
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif