Tak Ada Angin atau Hujan, ISIS Penggal Kepala Profesor di Alun-alun

jpnn.com - MOSUL - Kelompok radikal ISIS kembali beraksi. Namun kali ini, dianggap sedikit lain dari biasanya.
Minggu (25/10), ISIS telah mengeksekuti seorang profesor bernama Wadallah Ibrahim Sultan, Kepala Fakultas Hukum di Universitas al-Hadbaa, Mosul Irak. Selain Profesor Sultan, ISIS juga menunaikan hukuman kepada seorang polisi. Adel Mahdi Ahmed namanya.
Salah seorang aktivis di Mosul, Abdullah Mullah membenarkan, dua pria tersebut sudah dieksekusi ISIS.
"Militan bertopeng dari ISIS telah mengeksekusi porofesor dengan memengalnya di alun-alun, dieksekusi di depan kerumunan orang," kata Mullah seperti dikutip dari Ara News, Senin (26/10)
ISIS dilaporkan menangkap si profesor di rumahnya di al-Muthanna, utara Mosul.
"Selain itu, ISIS juga telah mengeksekui Adel Mahdi Ahmed, seorang petugas kepolisian Niniwe, setelah menangkapnya di kampung halamannya di az-Zanjili barat dari Mosul," ujarnya.
Eksekusi dua pria ini dianggap cukup mengejutkan. Biasanya ISIS mengeksekusi tahanannya kemudian mengumumkan luas ke peblik luas. Namun tidak untuk kali ini. Tak ada pesan mapun peryataan resmi dari ISIS usai mengeksekusi dua pria tersebut. (adk/jpnn)
MOSUL - Kelompok radikal ISIS kembali beraksi. Namun kali ini, dianggap sedikit lain dari biasanya. Minggu (25/10), ISIS telah mengeksekuti seorang
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI