Tak Ada WNI jadi Korban Konflik di Mesir

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah mengupayakan berbagai penyelesaian konflik di Mesir. Salah satu prioritas pemerintah adalah memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban konflik di Mesir.
"Kita terus berkomunikasi karena ini merupakan masalah yang pelik terkait perkembangan masalah dalam negeri di negara tersebut. Dan syukur alhamdulillah Warga Negara Indonesia (WNI) kita tidak ada korban di sana," ujar Marty di DPR, Jakarta, Jumat (16/8).
Marty menambahkan, WNI di Mesir dipastikan baik dan tidak terganggu oleh gejolak pasca-kudeta militer terhadap Presiden Muhammad Mursir. Meski begitu, pemerintah tetap meminta WNI di Mesir agar waspada. "Kita mengimbau kepada WNI harus tetap waspada dan tidak terkait dalam konflik dalam negeri di sana," ucap Marty.
Ia berharap konflik di Mesir dapat segera usai. "Mari kita berdoa agar konflik di Mesir bisa segera usai dan tidak ada korban jiwa kembali," katanya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu angkatan bersenjata Mesir menggulingkan pemerintahan Presiden Muhammad Mursi. Tentara menganggap Mursiyang terpilih secara demokratis telah gagal memenuhi tuntutan rakyat. (gil/jpnn)
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah mengupayakan berbagai penyelesaian konflik di Mesir. Salah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Hamas Kecam Keras Israel yang Menunda Pembebasan Warga Palestina
- Menlu Sugiono Rayu Belanda demi Sukseskan Program Prioritas Indonesia
- Ini Layanan Medis Bedah Robotik Canggih di Pantai Hospital Ayer Keroh
- Mimpi Berkuasa Lagi, Donald Trump versi Amerika Selatan Malah Terjerat Kasus Kudeta
- Pesawat Delta Airlines Jatuh saat Mendarat di Toronto, Belasan Orang Terluka
- Ramadan Sebentar Lagi, Arab Saudi Kembali Siapkan Paket Bantuan untuk Indonesia