Tak Bisa Kembali ke Australia, Warga Indonesia Bingung dan Pasrah

"[Menurut saya] bagus sebenarnya Australia membuat kebijakan ini untuk mengurangi kemungkinan bertambahnya kasus virus corona."
'Menyesal tidak di Australia'
Di saat David sudah menerima kenyataan tidak dapat kembali ke Australia, Nathan menyesal karena tidak berada di Australia, ketika jumlah kasus COVID-19 di Indonesia juga melonjak.
"Ketika sampai di Jakarta, baru sadar jumlah kasusnya lebih banyak dari di Victoria, dan saya khawatir dan menyesal tidak tetap di Australia," kata Nathan.
"Saya sampai mengecek statistik dan membaca banyak berita dari berbagai sumber sampai berencana membeli tiket kembali [ke Melbourne], [tapi] tetap tidak diizinkan [orangtua]."
Tapi Nathan tetap berusaha melihat sisi positif dengan keputusannya tinggal bersama keluarga di Indonesia.
"Mereka juga berpikir menyuruh saya kembali ke Indonesia memang salah, tapi di saat yang sama, mereka menenangkan saya karena sudah ada kelas online," katanya.
"Dan kalaupun saya di Australia, banyak yang harus diurus. Misalnya ongkos hidup sehari-hari, banyak juga hal lain yang harus dipikirkan [sendiri] meski sebenarnya ada teman serumah di sana.
Sebagai mahasiswa internasional yang harus menetap di negara sendiri, David merasa tidak punya pilihan selain berusaha untuk menggunakan metode kelas online, yang sudah banyak ditawarkan oleh sejumlah universitas besar di Australia.
Pemerintah Australia telah mengambil keputusan untuk melarang warga asing ke negaranya, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana