Tak Boleh Kepras Jam Belajar di Sekolah
Senin, 04 Juni 2012 – 05:20 WIB

Tak Boleh Kepras Jam Belajar di Sekolah
DI ACEH yang berada di ujung barat negeri ini dan otomatis masuk WIB, pada pukul 06.00, matahari tentu masih "malu-malu" bersinar. Tapi, di hari yang gelap seperti itulah, anak-anak di provinsi berjuluk Serambi Mekah tersebut harus memulai aktivitasnya di sekolah.
Itulah konsekuensi yang harus mereka hadapi saat zona waktu jadi disatukan pada 28 Oktober nanti. Kalau biasanya jam sekolah dimulai pukul 07.00, karena yang dipakai patokan adalah Wita (sejam lebih cepat dari WIB), para pelajar di Aceh pun harus membiasakan diri bersekolah sejam lebih cepat dari biasanya.
Tentu tak cuma para pelajar di Aceh, tapi juga mereka yang selama ini tinggal di wilayah WIB. Sedangkan yang berada di wilayah WIT yang selama ini bersekolah lebih cepat dibandingkan rekan-rekannya di Indonesia Barat dan Tengah juga harus beradaptasi masuk lebih siang.
"Dengan adanya penggabungan ini, masyarakat dibiasakan menjalan hidup menyesuaikan jam. Bukan kondisi matahari," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.
Dunia pendidikan memang termasuk yang paling kena dampaknya dari rencana pemerintah tersebut. Tak cuma pada jam masuk sekolah, tapi juga durasi belajar-mengajar, serta efeknya pada kegiatan siswa di luar jam sekolah.
DI ACEH yang berada di ujung barat negeri ini dan otomatis masuk WIB, pada pukul 06.00, matahari tentu masih "malu-malu" bersinar. Tapi,
BERITA TERKAIT
- Arus Mudik & Balik Lebaran 2025, Jumlah Penumpang Bandara SMB II Palembang Meningkat 4,2 Persen
- Pemudik Mulai Kembali ke Bandung, Begini Kondisi Arus Balik di Jalur Nagreg
- Kecelakaan Maut Nissan March Vs Innova di Jalintim KM 46 Pelalawan, Satu Orang Tewas
- Identitas 3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Parangtritis, 1 Orang Masih Hilang
- Potongan 20%, Tol Semarang-Jakarta Butuh Saldo Minimal Rp 360 Ribu
- Bang Jago Bergolok yang Memaksa Minta THR Akhirnya Ditangkap