Tak Diprioritaskan dalam Program Vaksinasi, Ibu hamil di Indonesia Berisiko Meninggal Karena COVID-19

Dokter Gesti Nugrayekti diketahui belum divaksinasi.
"Penelitian sebelumnya mengatakan perempuan hamil tidak boleh divaksinasi," kata Sunni, yang juga mengatakan saran ahli kemudian berubah.
"Semua ibu hamil harus divaksinasi," ujarnya.
Kementerian Kesehatan RI tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan ABC.
Ibu hamil tak jadi prioritas vaksinasi
Ada kekhawatiran ibu hamil di Indonesia tidak menerima perawatan kehamilan yang memadai, sehingga menyebabkan kegagalan dalam diagnosis COVID-19 dan kondisi lainnya.
Profesor Caroline Homer, co-director Burnet Institute untuk kesehatan ibu dan anak mengatakan, lebih banyak perempuan yang memilih untuk melahirkan di rumah demi menghindari risiko tertular virus corona di rumah sakit.
Profesor Caroline mengatakan ibu hamil lebih mungkin memerlukan rawat inap atau terapi oksigen jika mereka tertular virus corona dan harus dipantau secara ketat.
Namun Tiara Marthias, peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengatakan tenaga kesehatan tidak diberikan banyak panduan tentang cara memantau ibu hamil terkait COVID atau cara merawat mereka yang sudah terinfeksi.
Mendiang dr Gesti meninggalkan suami, putrinya berusia 1,5 tahun, dan bayi laki-laki yang baru dilahirkannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Legislator Ini Berkomitmen Berbagi Kebahagiaan Kepada Ibu Hamil dan Anak yang Sakit