Tak Kejar PAD, 8 Wako Terima Award
Kamis, 23 Juli 2009 – 18:10 WIB
JAKARTA -- Delapan walikota menerima penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Award) dari Mendagri Mardiyanto. Mereka adalah Walikota Padang, Cimahi, Pekalongan, Probolinggo, Pontianak, Banjarbaru, Balikpapan, Bau-Bau. Penghargaan diserahkan langsung oleh Mardiyanto di Jakarta, Kamis (23/7). Dijelaskan Mardiyanto, penataan perkotaan sangat penting karena kota merupakan kawasan yang menjadi daya tarik penduduk untuk melakukan kegiatan ekonomi dan sosial. Dia menyebutkan data dari PBB bahwa pada 2007 jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar jiwa dan lebih separohnya tinggal di perkotaan. Diprediksi, pada 2050 penduduk dunia mencapai 9 miliar dan 70 persennya ada di kota.
Mardiyanto menjelaskan, IMP Award diberikan kepada walikota yang responsif dan melakukan terobosan pembaharuan, serta berhasil meningkatkan pelayanan perkotaan. "Mereka mampu meningkatkan pelayanan perkotaan dengan mengedepankan konsep 'penataan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan lingkungan' daripada berorientasi pada konsep 'peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah)'," terang Mardiyanto.
Dengan konsep itu, kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu, diharapkan dapat terwujud kawasan perkotaan yang sehat dan harmonis serta mensejahterakan masyarakat. Dia berharap, para walikota yang mendapat penghargaan itu terus meningkatkan inovasi pada aspek pelayanan masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
Baca Juga:
JAKARTA -- Delapan walikota menerima penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Award) dari Mendagri Mardiyanto. Mereka adalah Walikota Padang,
BERITA TERKAIT
- Sidang Korupsi Timah, Hakim Pertanyakan Penghitungan Kerugian Negara Berdasarkan IUP
- PMI yang Jadi Korban Pembunuhan di Hongkong Dipulangkan ke Tanah Air
- Polda Metro Jaya Buru Tersangka Penggelapan Haksono Santoso
- Masih Ragu Transplantasi Rambut? Simak Kiat Berikut
- Ketua Umum Bhayangkari Hibur Anak-anak Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi
- Anak Guru PPPK di Karanganyar jadi Korban Pemerkosaan, Sang Ibu Minta Polisi Bertindak