Krisis Nuklir Korea
Tak Mempan Disanksi, Korut Bangga Bikin Dunia Marah
”Semua yang kami lakukan itu hanyalah bagian dari upaya untuk membela diri dan melawan ancaman serta permusuhan yang AS tebarkan selama beberapa dekade terhadap negara kami,” papar Han.
Bagi Pyongyang, latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) maupun Jepang yang rutin AS lakukan adalah provokasi. Dengan pamer kekuatan di Semenanjung Korea, menurut dia, AS mengintimidasi Korut.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengaku telah menyiapkan berbagai opsi untuk mereaksi uji coba nuklir Korut. Taipan 71 tahun itu menyatakan bahwa perundingan tidak termasuk dalam opsi yang dia tawarkan.
Tapi, tak lama kemudian, Menteri Pertahanan James ”Jim” Mattis merevisinya. Menurut dia, Washington tidak pernah menghapuskan opsi perundingan sebagai solusi krisis nuklir Korut.
Meski demikian, Robert Wood, diplomat AS yang hadir dalam konferensi tersebut, sama sekali tidak menyinggung tentang perundingan.
Setelah mendengar keterangan Han, dia mengatakan bahwa Korut menodai kepercayaan masyarakat internasional lewat uji coba bom hidrogen pada Minggu (3/9).
”Sekali lagi, mereka telah menipu kita. Kini semuanya terserah Dewan Keamanan (DK) PBB,” ujarnya.
Wood juga menegaskan bahwa ambisi nuklir dan rudal balistik Korut merupakan ancaman bagi dunia.
Korea Utara tegaskan tak akan berhenti mengembangkan senjata nuklir dan mengancam Amerika Serikat.
- Korsel Diguncang Skandal Politik, Korut Pamer Rudal Hipersonik
- Lokasi Ini Bakal Jadi Tempat Apple Bangun Pabrik di Indonesia
- Jerman dan Amerika Diguncang Aksi Teror, Prancis Panik
- Joe Biden Larang Pabrik Baja Amerika Dijual ke Perusahaan Jepang
- Ada Faktor Cuan, yang Bikin Alot Negosiasi Pemerintah dengan Apple
- Mantan Presiden Amerika Meninggal Dunia, Palestina Ikut Berduka