Tak Menguntungkan, Reuni 212 Malah Jadi Amunisi Musuh Anies
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga tidak setuju dengan pandangan yang mengaitkan Reuni 212 dengan kepentingan Anies Baswedan pada Pilpres 2024
Menurut dia, tudingan tersebut hanya sebatas asumsi belaka.
"Peserta Reuni 212 bukanlah pihak yang dapat mengusung seseorang menjadi capres atau cawapres. Karena itu, tidak ada untungnya bagi Anies untuk mendompleng dalam Reuni 212," kata Jamiluddin kepada JPNN.com, Jumat (3/12)
Dosen Universitas Esa Unggul itu juga menjelaskan selama reuni 212, para peserta tidak mengangkat isu pilpres.
"Bahkan, nama Anies terkait pilpres tidak muncul dalam Reuni tersebut," lanjutnya.
Menurut Jamiluddin, pihak yang mengaitkan Anies Baswedan dengan kelompok reuni 212 selama ini dikenal berseberangan dengan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kelompok tersebut memang selalu mengaitkan Anies dalam konotasi negatif bila ada kelompok Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang melakukan aksi di Jakarta," ujarnya.
Pihak-pihak tersebut, kata Jamiluddin, selalu menuding Anies Baswedan atas dasar kebencian dan memberikan stigma negatif tanpa fakta akurat.
Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menegaskan Anies Baswedan tidak memiliki kepentingan dengan reuni 212
- Sampit Bantul
- Kedekatan Anies-Ahok Simbol Perlawanan ke Pemerintah hingga Sinyal Oposisi
- Yakin Pram-Rano Menang Satu Putaran, Anies Baswedan: Lihat Data KPU
- Pramono Sebut Nama Anies Hingga Ahok Setelah Unggul di Quick Count
- Anggap Maruarar Sirait Main SARA di Jakarta, Chandra: Belum Move On dari Rezim Jokowi
- Hasto Bakal Kirim Buku Pak Sabam Biar Ara Sirait Melakukan Perenungan