Tak Menyangka Buah Hati Menangis Berujung Petaka
Sabtu, 12 Desember 2009 – 06:01 WIB

Ni Wayan Sari tidak menunjukkan raut kepedihan. Itu terjadi lantaran keterbelakangan yang dia alami akibat tekanan ekonomi keluarga. (foto:Chairul Amri/Radar Bali)
Kamis lalu gubuk yang ditinggali Sari yang hanya berukuran sekitar 2 meter x 1,5 meter itu ambruk setelah diterpa angin kencang. Musibah itu terjadi saat Sari diperiksa Polda Bali sebagai saksi. Kini dia bukan hanya kehilangan bayi, melainkan juga kehilangan rumah. (jpnn/kum)
Ibu mana yang tak terpukul ketika mendapati bayinya yang berumur lima bulan tewas secara mengenaskan. Lebih terpukul lagi, bayi itu meninggal karena
Redaktur & Reporter : Soetomo
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara