Takut Covid-19, Kelompok Pribumi Australia Blokir Rute Akses Uluru

Parks Australia, pengelola kawasan warisan budaya dan situs alam yang dikelola pemerintah, mengatakan pihaknya bekerja sebagai bagian dari tanggapan kolektif untuk meminimalkan risiko penularan.
"Atas permintaan Badan Gabungan Aborigin Komunitas Mutitjulu, Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta akan ditutup," kata seorang juru bicara kepada Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Senin.
Situs monolit setinggi 348 meter yang terdaftar di UNESCO sebagai situs Warisan Dunia, yang sebelumnya dikenal sebagai Ayers Rock, akhirnya tertutup bagi wisatawan. Tahun lalu situs itu dilarang untuk menjadi tempat pendakian.
Seorang juru bicara Parks Australia mengatakan taman nasional itu akan tetap ditutup selama berlangsungnya diskusi dengan kelompok pribumi Australia dan para pejabat wilayah federal Northern Territory Australia untuk meningkatkan pemeriksaan dan pengujian kesehatan di bandara setempat dan di kota Yulara, yang dikunjungi sekelompok orang dari Brisbane. (reuters/antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Pemerintah Australia menutup taman nasional situs pribumi Uluru yang dihormati agar pengunjung tidak membawa virus Covid-19.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia
- Kabar Australia: Gaji AU$ 100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah
- Bagaimana Peluang Timnas Indonesia Lulus Piala Dunia 2026 Seusai Dihajar Australia?
- Timnas Indonesia Kalah Terlalu Banyak, Kluivert: Kami Tak Pernah Menundukkan Kepala