Takziah ke Kediaman Buya Syafii Maarif, Gubernur Khofifah Kenang Sosok Ulama Karismatik

jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan bertakziah ke kediaman ulama dan tokoh intelektual muslim yang akrab disapa Buya Syafii Maarif di Jalan Halmahera, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (28/5).
"Kami ingin menyampaikan duka cita yang mendalam baik atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun warga Jawa Timur," kata Gubernur Khofifah.
Dalam kunjungannya tersebut, Gubernur Khofifah ditemui langsung istri almarhum Buya Syafii, Umi Nur Kholifah.
Gubernur Khofifah mengaku banyak sekali makna kehidupan yang diperoleh saat berbincang singkat dengan Umi Nur Kholifah, terutama mengenai sosok Buya Syafii dan sang istri yang memiliki kemandirian luar biasa dalam menjalankan kehidupan.
"Luar biasa saya rasa, karena mempertahankan ketahanan keluarga ini bukan hal yang sederhana. Kemandirian yang dilakukan oleh beliau bukan hanya diceritakan atau dinarasikan, tetapi dijalankan oleh beliau dan rasanya tidak mudah kita mengikutinya," beber Khofifah.
Menurut Khofifah, kisah nyata almarhum Buya Syafii membangun ketahanan keluarga melalui harmonius partnership dengan sang istri menjadi bagian penting untuk terus diikuti dan diteladani.
Khofifah pun mengenang sosok Buya Syafii yang tidak berhenti selalu mengajak bangsa Indonesia agar menjaga persatuan dalam kebhinekaan, saling menjaga dan menghormati agar bisa membangun integrasi bangsa lahir dan batin.
"Saya rasa kita semua kehilangan sosok intelektual dan ulama karismatik yang penuh kesantunan serta kebersahajaan dengan kedalaman keilmuan yang luar biasa," ungkapnya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyempatkan bertakziah ke kediaman almarhum Buya Syafii Maarif di Yogyakarta.
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Gubernur Khofifah Mencairkan THR Guru di Jawa Timur Rp 412,6 Miliar
- Bu Khofifah Mengucap Hamdalah, Seluruh Guru PNS, PPPK, dan Non-ASN Bisa Tenang
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Ra Huda Desak Pemprov Jatim Perbaiki LPJU di Jalur Madura–Surabaya