Tambah Subsidi Energi Agar Listrik dan BBM Tidak Naik

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan kenaikan subsidi energi tahun depan.
Penambahan subsidi itu sejalan dengan kebijakan menahan kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 2019.
Dalam garis besar RAPBN 2019, subsidi listrik dianggarkan sebesar Rp 53,96 triliun hingga Rp 58,89 triliun.
Anggaran tersebut naik jika dibandingkan dengan subsidi listrik pada APBN 2018 yang sebesar Rp 52,66 triliun.
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, penambahan itu sekaligus mempertimbangkan target penambahan jumlah pelanggan baru.
”Subsidi listrik tahun 2019 diusulkan asumsi 6,97 persen konsumsi nasional. Mungkin akan ditambah satu juta sambungan rumah tangga sederhana yang 450 VA,” ujar Jonan, Selasa (5/6).
Realisasi subsidi listrik hingga April 2018 pun telah mencapai Rp 18,96 triliun. Dia menyatakan, penambahan target pelanggan tersebut seiring dengan target rasio elektrifikasi tahun depan yang menjadi 99,9 persen.
Sementara itu, target rasio elektrifikasi tahun ini mencapai 97,50 persen.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan kenaikan subsidi energi tahun depan.
- Kejagung Dinilai Perlu Telisik Pengadaan Minyak Mentah di Indonesia
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional
- Mudik Nyaman Bersama Pertamina: Layanan 24 Jam, Motoris dan Fasilitas Lengkap
- Polresta Bandung Sidak SPBU Nagreg, Pastikan Takaran BBM Akurat saat Arus Mudik