Tambang Pasir Ilegal Beroperasi, Bukit di Batam Makin Gundul

“Kami akan komunikasikan lagi karena penertiban-penertiban sebelumnya tak ada efek,” katanya.
Penghentian aktifitas tambang pasir itu diakui Reza sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan tangkapan air ataupun pemukiman warga di sekitarnya.
Jika aktifitas itu dibiarka maka dam Tembesi yang menjadi cadangan air warga Batam akan kembali dangkal sebab tanah sisa limbah dari aktifitas tambang dibuang ke lokasi dam.
Mesin menyedot pasir dan mobil mengangkut pasir dari galian pasir ilegal di Tembesi, Sagulung, Jumat (8/7). F dalil Harahap/Batam Pos
Begitu juga dengan lingkungan perbukitan di lokasi tambang terancam punah sebab akan dikeruk habis oleh para penambang.
“Banyak dampaknya. Kalau ada kajian lingkungan melalui amdal mungkin ada solusinya,” tutur Reza.
Masyarakat sekitar juga berharap yang sama. Aktifitas tambang pasir yang sudah lama berlangsung itu harus segera dihentikan sebab merusak lingkungan.
Penambangan pasir darat secara ilegal masih saja terus beroperasi di dekat Dam Tembesi kembali beroperasi.
- Gemerlap Danantara
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- DPR Bentuk Panja Usut Mafia Lahan di Batam, Pengamat: Panggil Menteri ATR/BPN
- Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Batam, 322 Pelamar tak Lulus
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja
- Balap Liar Kian Meresahkan, Polda Kepri Bertindak