Tampilkan Peter Si Hitam, Perayaan Hari Sinterklas di Canberra Tuai Kecaman

Kedubes berusaha tak memihak
Arthur Den Hartog, wakil kepala misi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Australia, mengatakan, Pemerintah Belanda "tak memihak" kelompok manapun dalam perdebatan tentang ‘Zwarte Piet’ atau Black Peter.
Ia mengatakan, acara di kedutaan diselenggarakan oleh masyarakat Belanda di Canberra, dan tahun ini, lebih dari 60 anak-anak dan keluarga asal Belandal hadir.
"Ini adalah tradisi yang berasal dari Belanda selama berabad-abad ... kami tak melihat ada alasan untuk melarang hal itu terjadi. Karena Pemerintah Belanda tak memihal siapapun dalam perdebaan itu, kami tak bisa," jelasnya.
Arthur mengatakan, ada perdebatan yang "hidup" mengenai masalah ini dalam beberapa tahun terakhir, tapi itu bukan peran pemerintah untuk memutuskan bagaimana masyarakat Belanda merayakan tradisi lama tersebut.
"Ini merupakan bagian dari budaya Belanda. Opini publik di Belanda berbeda-beda tentang topik ini," sebutnya.
Ia menyambung, "Dan juga benar-benar merupakan bagian dari budaya Belanda, untuk membahas pendapat-pendapat yang berbeda, dan untuk menjadi terbuka dan mendengarkan pendapat yang berbeda yang disuarakan."
Diplomat ini mengatakan, ada orang-orang yang merasa ada konotasi negatif pada tradisi ini, tetapi ada orang lain yang percaya bahwa hal yang penting untuk merayakan Hari Saint Nicholas dengan cara yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Kedutaan Besar Belanda menjadi tuan rumah perayaan Hari Saint Nicholas tradisional di Canberra, turut memeriahkan acara ini adalah tiga pria kulit
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana