Tamu Misterius Setnov dan Upaya Gagal Menghadap Jokowi

Itu seiring lokasi lakalantas Setnov yang berada tidak jauh dari kediaman orang nomor satu di Partai Nasdem itu.
Terpisah, aktivis Generasi Muda Partai Golkar Almanzo Bonara mengaku juga ikut mendengar isu bahwa Setnov mencoba untuk melobi Presiden Jokowi.
Namun, sampai saat ini GMPG belum bisa memastikan kebenaran isu itu. ”Memang ada ‘aroma-aroma’ tercium pihak Novanto mencoba melobi berbagai pihak agar lolos dari jerat KPK, namun kami belum bisa memastikan,” kata Almanzo saat dihubungi.
Namun, terlepas dari isu itu, Almanzo mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang sudah menyampaikan ketegasannya.
Secara eksplisit Presiden telah meminta agar Setnov bisa mengikuti proses hukum di KPK. ”KPK menurut kami telah menjalankan tugas dengan baik sekali, menghadapi manuver-manuver Novanto,” ujarnya.
Sikap semacam itu, lanjut Almanzo, penting demi menegakkan supresmasi hukum. Dalam kasus E-KTP saat ini, Setnov bersama pengacaranya sebaiknya tidak perlu lagi mencari-cari alasan untuk mempersoalkan langkah KPK. ”Ikuti saja prosedur hukum yang berlaku,” tandasnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat agar bisa bersabar menunggu proses hukum terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang sedang ditangani oleh KPK. Komisi antirasuah itu telah menetapkan Novanto sebagai tersangka dan berstatus tahanan. Namun, dia juga meminta masyarakat untuk turut mengawal jalanya proses tersebut.
"Proses hukum sudah berjalan. Kita jaga saja proses hukumnya," kata dia usai menutup Musyawarah Nasional ke-10 Korps Alumni HMI di halaman Istana Maimun, Medan, kemarin.
Setya Novanto diajak keluar rumah oleh seorang tamu misterius pada pukul 18.30 Rabu (15/11).
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten
- Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup Versi OCCRP, Guntur Romli Colek KPK-Kejagung
- Jokowi Seharusnya Tidak Memanfaatkan Prabowo Demi Kepentingan Politik Pribadi
- Prabowo dan Jokowi Bertemu di Surakarta, Lalu Makan ke Angkringan
- Akbar Yanuar