Tanggapi Program Satu Rumah Satu Sarjana, Pakar: Pendidikan Efektif Memutus Rantai Kemiskinan

“Dalam rangka Indonesia Emas, kita berhadapan dengan bonus demografi, penduduk usia produktif mencapai 70 persen, sedangkan lapangan pekerjaan berkembang sangat lambat,” ungkap Tadjudin.
Sebelumnya, Pasangan Capres dan cawapres di Pilpres 2024 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memiliki program Satu Rumah Satu Sarjana.
Ganjar merasa semua daerah harus menjalankan program tersebut yang dikomandoi oleh pemerintah pusat.
Pendataan akan dilakukan dengan rinci, penyusunan sistem canggih dan pelaksanaan dengan benar dan transparan.
“Negara bisa hadir membantu keluarga itu agar ada anaknya seorang sarjana dalam keluarga miskin untuk mengubah nasibnya,” ujar Ganjar.
Padahal dalam satu keluarga selalu ada potensi besar, jika dipersiapkan dengan benar maka akan mampu mengubah nasib ke depan.
“Ketika kemudian mereka menyiapkan diri jauh ke depan dan dia butuh bimbingan maka pendidikan menjadi jalur utama yang ada,” ungkap Ganjar.
Sarjana Berkualitas
Pakar Ketenagakerjaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi mengatakan pendidikan sangat efektif untuk memutus rantai kemiskinan.
- Algonova Bantu Asah Keterampilan Anak-anak Sejak Dini
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan
- Wakil Ketua MPR Minta Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun Dipersiapkan dengan Baik
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan
- Verrell Bramasta: Pendidikan Adalah Kunci untuk Menciptakan Generasi Unggul
- Gen Z Didorong Melek Finansial melalui Edukasi dan Inovasi Digital