Tanggapi Surat Jokowi, Wapres Ngotot LCGC Jalan Terus

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Joko Widodo menjadi orang nomor satu yang lantang menentang program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC). Bahkan orang nomor satu di pemerintahan Ibu Kota itu terang-terangan mengirim surat ke Wakil Presiden Boediono atas keberatan program tersebut. Surat itu pun ditanggapi enteng oleh Wapres.
"Saya ingin merespons surat dari Pak Gubernur DKI Jakarta. Mohon Pak Wakil Gubernur menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa intinya pemerintah pusat tidak akan lepas tangan dalam hal bekerja untuk mengatasi masalah-masalah di ibu kota, baik itu kemacetan, banjir, dan sebagainya," kata Wapres Boediono saat meresmikan Indonesia International Motor Show (IIMS) Ke-21 di JIExpo, Kemayoran, kemarin (19/9).
Tanggapan Boediono tersebut terkait dengan surat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kepada Wapres beberapa hari sebelumnya yang berisi saran mengenai kebijakan LCGC. Dalam surat itu, gubernur menilai kebijakan LCGC bertentangan dengan "17 Langkah Atasi Kemacetan Jakarta" yang dibuat Wapres pada 2010. Apalagi, poin ke-13 aksi tersebut adalah pembatasan kendaraan bermotor.
Wapres menegaskan bahwa industrialisasi otomotif harus tetap dikembangkan. Pasalnya, sektor itu memiliki efek besar yang mampu menumbuhkan industri-industri penunjang di dalam negeri yang pada akhirnya akan menyerap banyak tenaga kerja. "Misalnya, dalam membuat komponen X, kini trennya tidak lagi terbatas pada produsen satu negara saja. Negara yang cuma punya satu cantolan berbahaya sekali. Indonesia punya peluang besar untuk mengembangkan diri," lanjutnya. (wir/ken/owi/uma/c10/mas)
JAKARTA - Gubernur DKI Joko Widodo menjadi orang nomor satu yang lantang menentang program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pertamina Energy Terminal Pastikan Jaga Keandalan Pasokan BBM dan LPG
- Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Begini Respons Stafsus Gubernur Jakarta
- Volume Kendaraan Meroket, ASDP Pastikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Aman & Terkendali
- Tarif Impor AS Naik, Industri Mebel Indonesia Terancam Lesu
- Rudi Hartono Bangun: Kebijakan AS Harus Disikapi dengan Hati-Hati
- Riza Primahendra Sampaikan Kajian Perkumpulan Amerta Soal Fenomena Ekonomi Lebaran 2025