Tanggul Lumpur Kritis, BPLS Perlu Dana Rp 168 M
Jumat, 01 Mei 2009 – 18:45 WIB

Tanggul Lumpur Kritis, BPLS Perlu Dana Rp 168 M
JAKARTA - Volume semburan lumpur Lapindo, dilaporkan hingga kini mencapai 100 ribu meter kubik per hari. Dengan kondisi ini, kondisi tanggul penahan lumpur pun semakin kritis. "Kami memerlukan dana sebesar Rp 400 miliar untuk penanganan lumpur selama tiga tahun, dari 2009 sampai 2011. Khusus untuk tahun 2009, dana yang diperlukan sebesar Rp 168 miliar," tambahnya.
"Kondisi tanah di area semburan cenderung miring ke arah utara dan barat, sehingga membuat lumpur cenderung mengalir ke tanggul sisi barat," kata Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso, Jumat (1/5).
Saat ini, diakui Sunarso, pihaknya berada dalam posisi dilematis. Itu lantaran menurut peraturan, pekerjaan penutupan semburan pembuangan lumpur ke Kali Porong seharusnya dilakukan oleh pihak PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). Namun karena PT MLJ mengalami kesulitan finansial, BPLS mengambil-alih tugas tersebut.
Baca Juga:
JAKARTA - Volume semburan lumpur Lapindo, dilaporkan hingga kini mencapai 100 ribu meter kubik per hari. Dengan kondisi ini, kondisi tanggul penahan
BERITA TERKAIT
- Tiga Pemotor Asal Depok Tewas Seusai Tabrak Pohon di Bandung
- RI Siapkan Langkah Strategis untuk Merespons Kebijakan Tarif Resiprokal AS
- Innalillahi, Satu Orang Tewas di Dalam Mobil Avanza yang Tertimbun Tanah Longsor
- Peraih Rekor MURI Keliling Eropa Bahas Masalah Kesehatan Mental
- Pemda Belum Mengajukan Usulan Penetapan NIP CPNS & PPPK 2024, BKN Akan Lakukan Ini
- Anak yang Hilang di Pantai Sayang Heulang Garut Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya