Tanggul Lumpur Kritis, BPLS Perlu Dana Rp 168 M
Jumat, 01 Mei 2009 – 18:45 WIB

Tanggul Lumpur Kritis, BPLS Perlu Dana Rp 168 M
Sunarso pun menyesalkan sikap PT MLJ yang tidak juga menepati janji untuk mendatangkan pompa baru, berupa tiga dredger dan empat semi-dredger. Padahal katanya, tambahan alat tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi luapan lumpur yang semakin mengganas.
Namun, kendati kondisinya demikina, Sunarso menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengatasi luapan lumpur. Antara lain dengan cara mengarahkan lumpur ke arah timur, menjaga tanggul agar selalu dalam kondisi aman, serta membentuk tim pemantau pergerakan lumpur. Selain itu, dilaksanakan pula penerapan sistem siaga bencana serta pengaturan mekanisme pembuangan lumpur ke Kali Porong.
Sementara, menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Hardisoesilo mengatakan, pihaknya akan membantu BPLS, khususnya dalam masalah anggaran untuk mitigasi. Sebab katanya, usulan BPLS mengenai anggaran mitigasi itu ditolak oleh Departemen Keuangan dengan alasan tidak ada dasar hukumnya.
"Komisi V DPR RI menyetujui pandangan BPLS bahwa mitigasi menjadi hal yang harus diutamakan. Sambil mitigasi dilakukan, peraturan-peraturan yang dipandang menghambat penanganan lumpur (juga) diupayakan untuk diubah atau diganti dengan yang baru," tambahnya. (rie/JPNN)
JAKARTA - Volume semburan lumpur Lapindo, dilaporkan hingga kini mencapai 100 ribu meter kubik per hari. Dengan kondisi ini, kondisi tanggul penahan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global