Tanpa Alkohol, Bukan Pasutri Tak Diterima
Sabtu, 17 Juli 2010 – 00:47 WIB

RINTISAN - Riyanto Sofyan, Komisaris Hotel Sofyan, satu dari dua hotel syariah di tanah air. Foto: Priyo Handoko/Jawa Pos.
Sebagai hotel syariah, imbuh Riyanto, dalam pembayaran juga tidak boleh ada mark-up anggaran. "Ada departemen pakai Rp 100 juta, ditulis Rp 150 juta. Itu melanggar prinsip syariah," ungkapnya.
"Jadi, dari awal ke syariah, dasarnya memang sudah idealisme, bukan untuk market oriented," tegas paman dari artis Marshanda itu. Ibunda Marshanda, Riyanti Sofyan, memang adalah adik kandung Riyanto. Dalam PT Sofyan Reksagraha - holding Hotel Sofyan - dua bersaudara itu menguasai 86 persen. Dari sana, Riyanto memegang saham mayoritas 68 persen, sedangkan Riyanti 32 persen.
Di Hotel Sofyan Betawi tak ada satu pun patung dan lukisan makhluk bernyawa dalam tampilan fokus yang terpajang. Channel televisi juga diseleksi. Selain saluran televisi lokal dan nasional, tayangan dari mancanegara terbatas. Misalnya, saluran Malaysia dan Arab yang boleh. "Jaringan TV berlangganan nggak ada," kata Assistant Sales Manager Hotel Sofyan, Ita Faridasari.
Dia juga menunjukkan "bar syariah" hotel tersebut. "Kami punya bar, tapi herbal bar yang menyajikan ramuan dari tumbuh-tumbuhan," ujar wanita berjilbab kelahiran Cirebon, 3 Februari 1966 itu.
Hotel syariah di Indonesia mungkin masih bisa dihitung dengan jari. Salah satu di antaranya adalah Hotel Sofyan di Jakarta. Bagaimana konsep pengelolaan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara